Puisi dari Fatimah anak baginda rasul yang di tinggal mati ayahnya…….

Nafasku tersekat dalam tangisan

duhai, mengapa nafas tak lepas bersama jeritan,

sesudahmu tiada lagi kebaikan dalam kehidupan.

Aku menangis karena aku takut hidupku akan kepanjangan.

Kala rinduku memuncak,

Kejenguk pusaramu dengan tangisan

Aku menjerit meronta tanpa mendapatkan jawaban,

Duhai yang tinggal di bawah tumpukan debu,

Tangisan memelukku;

Kenangan padamu melupakan daku dari

Segala musibah yang lain

Jika engaku menghilang dari mataku ke dalam tanah

engkau tidak hilang dari hatiku yang pedih.

Berkurang sabarku bertambah dukaku

Setelah kehilangan Khatamu-l-Anbiya’,

Duhai mataku, cucurkan air mata sederas-derasnya,

Jangan kau tahan bahkan linangan darah.

Ya Rasulullah, wahai kekasih Tuhan

Pelindung anak yatim dan dhuafa

Setelah mengucur air mata lagit

Bebukitan, hutan, dan burung

Dan seluruh bumi menangis.

Duhai junjunganku,

Untukmu menangis tiang-tiang Ka’bah,

Bukit-bukit dan lembah mekah

Telah menangisimu mihrab

Tempat belajar Al-Qur’an di kala pagi dan senja.

Telah menangisimu islam,

Sehingga islam kini terasing di tengah manusia;

Sekiranya kau lihat mimbar yang pernah kau duduki

Akan kau lihat kegelapan setelah cahaya.

6 Komentar (+add yours?)

  1. ito32
    Jun 09, 2008 @ 13:46:47

    ass,,,…..
    puisinya bgus bnget bsa menambh smangat n kcintaan kita kpd islam

    Balas

  2. Hamba Allah
    Jan 29, 2009 @ 09:27:44

    it’s a best poem ever..

    I like it..

    Balas

  3. us
    Des 25, 2009 @ 10:30:38

    Sangat menggetarkan hati n jiwa. Seandainya semua muslimah seperti Fatimah betapa indahnya dunia ini. Puisi ini memperlihatkan Roh seorang muslimah pilihan ALLAH.

    Balas

  4. muh.mughis.a
    Feb 04, 2010 @ 09:21:03

    Aku adalah ombak
    Aku dan pantai adalah sepasang sahabat
    Angin menyatukan dan memisahkan kami

    Aku datang dari atas temaram
    Untuk menghamburkan perak buihku
    Dengan emas pasirnya

    Kusejukkan jiwa yang membara
    Dengan kelembabanku

    Menjelang fajar kusambut semangat jiwa sahabatku
    Disenja hari kusambut kerinduan
    Saat ia memelukku
    Dan ia berkata kaulah sahabat sejatiku

    Balas

  5. muh.mughis.al papua
    Feb 04, 2010 @ 09:28:21

    asslm wr wb..Segera
    setelah Islamnya mughis papua, perlahan ujian demi ujian pun datang.
    aqu
    dikucilkan oleh keluarga dan teman-temannya. Ibupun tak mengakui lagi
    qu sebagai anak. Yang lebih parah, sang ayah bahkan hendak menembaknya
    pula. Kakak qu menganggap qu sudah gila dan perlu dirawat di rumah
    sakit jiwa. Belum be…rhenti disitu, . Yang
    membuat hati mughis sangat pedih adalah kala pengadilan memutuskan
    aqu pun
    tak punya hak mengasuh olh kedua orng tuaku, kecuali meninggalkan
    Islam. “Saya
    meninggalkan pengadilan dengan hati yang hancur. Anda bisa bayangkan
    bagaimana hati seorang ibu dipisahkan dari anak-anaknya,” wasslm wr w

    Balas

  6. indah
    Jun 11, 2010 @ 12:19:59

    alankah indahnya dan mengetarkan jiwa.
    tak sanggup aku …….
    seperti fatimah……

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.