The Bartimeous Trilogy

hmmm….. mau bilang apa ya,,,, soalx bagus bgt nih buku… pertama kali liat buku ini saya kira seperti cerita biasa ja… -_-..

ehhhh.. ternyata di luar dugaan… bukunya sih terdiri dari 3 buku… namanya aja trilogy, ya pasti 3 buku ato 3 seri…

buku ini menceritakan seorang anak, masih kecil, dia belajar dengan seorang penyihir, waktu itu di london memang ada sekolah sihir, tapi bukan di sekolah melainkan di didik oleh seorang guru, seperti private gituu.. hohoho… anak kecil ini snagat berambisi sekali, sampai akhirnya dia nekat untuk memanggil Jin…. OMG……??!!! padahal dia belum di bolehkan untuk memanggil apapaun, karena pelajarannya belum sampai situ, tapi… karena dia sangat keras kepala, dan dia punya kemampuan menghapal yang sangat luar biasa, maka jadilah dia memanggil jin itu…

Jin yang dia panggil ga tanggung-tanggung,,,, bukan jin tingkat rendah, tapi… ga tinggi-tinggi juga sih levelnya… nama jin itu Bartimeous. walaupun gitu jin yang dia panggil sangat licik, berlidah tajam, kadang suka menbanggakan diri… sering sihh… hehehe. pokoknya gitu deh… tapi jangan pikir klo jin ini kaya jin biasanya…… hmmmmm baca aja deh sendiri bukunya, kalo saya ceritakan di sini ga bakal cukup tempatnya @_@…    endingnya sooo sweeettt deehhhh…. ^ 0 ^

selamat membaca……

Do’a dan harapan……

Wahai Allah, yang telah menciptakan mahluk pilihan-Nya, yang takkan di ciptakan lagi sesudahnya.

Sudilah kiranya engkau sampaikan salawat dan salamku untuk nabiku, Muhammad Saw.

Berilah aku sebagian dari anugrah-Mu agar daku bisa men-cintai nabi-Mu, sebagaimana yang kau perintahkan.

Puisi dari Fatimah anak baginda rasul yang di tinggal mati ayahnya…….

Nafasku tersekat dalam tangisan

duhai, mengapa nafas tak lepas bersama jeritan,

sesudahmu tiada lagi kebaikan dalam kehidupan.

Aku menangis karena aku takut hidupku akan kepanjangan.

Kala rinduku memuncak,

Kejenguk pusaramu dengan tangisan

Aku menjerit meronta tanpa mendapatkan jawaban,

Duhai yang tinggal di bawah tumpukan debu,

Tangisan memelukku;

Kenangan padamu melupakan daku dari

Segala musibah yang lain

Jika engaku menghilang dari mataku ke dalam tanah

engkau tidak hilang dari hatiku yang pedih.

Berkurang sabarku bertambah dukaku

Setelah kehilangan Khatamu-l-Anbiya’,

Duhai mataku, cucurkan air mata sederas-derasnya,

Jangan kau tahan bahkan linangan darah.

Lagi